Fandom

Indonesia Macintosh Society

Harimau yang mengintip di balik jendela

126pages on
this wiki
Add New Page
Bicara0 Share

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.

Artikel ini adalah tulisan dari YJ Thurana. Dimuat disini atas ijin dari penulisnya.

Untuk sebuah sistem yang digunakan ‘hanya’ oleh kurang dari 5% komunitas komputer dunia, sepertinya ada terlalu banyak mata yang mengawasi dan menunggu kehadiran release terbaru dari jajaran sistem operasi Apple Mac: OS X 10.4, atau lebih dikenal dengan nama ‘Tiger’.

Sebegitu banyaknya, sampai akhir-akhir ini seolah-olah hampir seluruh dunia maya hanya berisi pembahasan mengenai sang harimau, terutama disekitar tanggal peluncurannya pada Jumat, 29 April ’05 yang lalu. Mulai dari blog-blog pendek - baik milik perorangan maupun situs-situs blog terkenal seperti Engadget; kolom-kolom surat kabar kelas dunia seperti Wall Street Journal, Business Week dan New York Times; sampai pembahasan mendalam yang lebih dari seratus halaman dari ArsTechnica.

Masing-masing mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda, tetapi pada kesimpulan akhir semua sepertinya setuju dengan pendapat Walt Mossberg dari Wall Street Journal yang menyatakan bahwa Tiger adalah “sistem operasi komputer pribadi yang terbaik dan paling canggih yang ada saat ini.” Dan kalau boleh penulis mengutip sekali lagi, berikut adalah perkataan Marc Perton dari The Pipeline – Engadget, “Mencari dan menemukan review buruk mengenai Tiger lebih sulit daripada menemukan iPod di Redmond (markas besarnya Microsoft).

Lalu sebetulnya apa sih yang membuat Tiger, Sistem Operasi yang baru berusia beberapa bulan ini, mendapatkan pujian yang sedemikian?

Mengintip kelompok kucing dari balik jendela

Berbagai pendapat di atas adalah hasil analisa mereka-mereka yang memang pekerjaan sehari-harinya menggeluti dunia teknologi informasi, komputer dan Internet. Mungkin agak terlalu tinggi untuk orang kebanyakan.

Kalau mau mendapatkan opini yang lebih ‘membumi’ dan objektif, tanyalah mereka-mereka yang (terpaksa) hidup di dua dunia – Windows dan Mac. Berikut adalah beberapa kesimpulan yang didapat dari ‘riset kecil-kecilan’ terhadap mereka yang menggunakan keduanya untuk mengetahui kenapa semuanya lebih menyukai Mac daripada Windows:

1. Hidup yang lebih tenang karena bebas dari gangguan segala macam virus dan spyware. Meskipun kemudian pihak Symantec (pembuat Norton Antivirus) mengeluarkan pernyataan bahwa akhir-akhir ini makin banyak serangan terhadap sistem Mac seiring dengan meningkatnya kepopuleran Apple, tetapi banyak orang menyatakan bahwa ini hanyalah strategi marketing untuk membuat para pengguna Mac membeli antivirus. Pendapat ini dikuatkan dengan banyaknya laporan kerusakan sistem Mac gara-gara update otomatis dari Norton Antivirus. Semakin yakinlah pengguna Mac bahwa sistem mereka tidak berjodoh dengan antivirus.

2. Kemudahan meng-install dan uninstall software hanya dengan drag-and-drop dan delete. Coba lakukan ini di Windows tanpa mengacaukan sistem anda.

3. Kemudahan koneksi ke Internet. Banyak blog pengguna Mac yang menyatakan bahwa mereka sudah dengan begitu saja bisa terkoneksi ke Internet via hotspot sementara rekan mereka pengguna Windows masih memeras otak mencoba mengatur berbagai konfigurasinya.

4. Dan salah satu yang paling terasa adalah kemudahan berkomputer dengan penggunaan tombol function. Penulis masih sering salah menekan tombol F9, F10 dan F11 ketika menggunakan Windows, karena tombol tersebut mengaktifkan Expose di Mac. Tombol F9 untuk memunculkan miniatur dari semua jendela yang sedang terbuka sehingga kita bisa memilih yang mana yang akan ditampilkan kedepan, F10 memunculkan semua jendela dari aplikasi yang sedang digunakan, sedangkan F11 menyingkirkan semua sehingga Desktop Anda bisa unjuk gigi. Fungsi-fungsi lainnya: F1-F2 → mengatur kecerahan layar, F3 → Mute/Unmute bunyi, F4-F5 → volume, F6 → NumLock (beberapa tombol fungsi spesifik hanya untuk laptop). Di Windows, seberapa sering kita menekan tombol-tombol Function sih?

Meskipun langkah awalnya masih goyah ketika mengeluarkan Mac OS X versi 10.0 bulan Maret 2001, Apple sudah berbuat sangat baik dengan versi ‘Beta’ Sistem Operasinya. Perbaikan diberikan dengan meng-upgrade Cheetah ke Puma (10.1). Pada masa Jaguar (10.2) –lah OS ini mulai bersinar. Dan dengan versi berikutnya, Panther (10.3), Mac OS X sudah tidak bisa dihentikan lagi. Disinilah Apple memperkenalkan Finder Sidebar, Expose, FileVault, iChat AV video conferencing.

Sebegitu bagusnya Panther sampai-sampai ada yang berpikir bahwa versi-versi berikutnya kemungkinan hanyalah merupakan perbaikan-perbaikan kecil saja. Dan tidak sedikit juga yang mempertanyakan apakah layak mengeluarkan US$129 untuk meng-upgrade sistemnya dari Panther ke Tiger. (Meskipun kalau mau jujur, jumlah ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan harga upgrade sistem Windows. Lagipula OS X dibundel secara gratis dengan setiap sistem Mac yang Anda beli.)

Tetapi seperti biasa, Apple selalu memukau kita dengan berbagai inovasinya. Ada lebih dari 200 fasilitas baru yang dibawa Tiger ke penggunanya. Dan karena sepertinya tidak masuk akal untuk membahas semuanya disini, berikut adalah beberapa diantaranya yang sekali lagi akan mengubah cara kita menggunakan komputer.

Diterangi lampu pencari

Kegiatan apa yang paling sering dilakukan oleh para pengguna komputer dan Internet kebanyakan? ‘Mencari’ tentu saja. Entah itu mencari dokumen, alamat, gambar, pokoknya segala macam benda yang bisa diubah menjadi format digital.

Ada semacam trend akhir-akhir ini di dunia jendela (Windows); berbagai jenis mesin pencari untuk personal computer bermunculan dan berlomba-lomba menggaet pengguna. Mulai dari Google sampai Yahoo! ikut serta di arena ini. Apa sebab? Karena jika dibandingkan dengan pencarian di Internet yang amat sangat super cepat, pencarian file di dalam jeroan komputer adalah betul-betul kebalikannya.

Satu perubahan yang paling terasa jika Anda meng-upgrade sistem Mac dari Panther ke Tiger adalah munculnya ikon biru kecil di pojok kanan atas layar. Itu adalah Spotlight, sang pencari cepat. Meskipun Mac OS X sudah bisa dibilang bagus dalam urusan pencarian pada masa Panther dengan Finder-nya, Apple meningkatkan kinerja pencarian dengan memunculkan Spotlight di Tiger.

Jika di iTunes Anda bisa melakukan pencarian lagu berdasarkan banyak kategori seperti judul lagu, penyanyi, dan album; sangat sulit mencari file jenis lain selain menggunakan nama file. Misalnya mencari ‘foto yang diambil dengan kamera XYZ ketika ulang tahun keponakan di bulan Juli’. Nah dengan menggunakan Spotlight, hal tersebut menjadi mungkin. Masukkan saja kata-kata kunci “photo birthday XYZ July”. Berterimakasihlah kepada teknologi metadata.

Sebentar, bukankah metadata sudah ada dari jaman purbakala? Bahkan file dokumen sederhana memiliki informasi metadata mengenai author, tanggal artikel itu dibuat dan dimodifikasi.

Betul. Tetapi masalahnya, sebelum adanya Tiger, metadata tersebut hanyalah sebuah hal yang tersia-sia.

Lalu bagaimana Spotlight bisa melakukan semua hal tersebut?

Ketika Anda menginstall Tiger, sebuah server Spotlight akan diaktifkan di latar belakang. Server ini meng-index isi hard disk (termasuk metadatanya), lalu menunggu. Setiap kali ada file yang dibuat, dihapus, ataupun dimodifikasi, Spotllight akan memperbaharui daftar yang dimilikinya secara real-time. Dan setiap kali sang pengguna ingin melakukan pencarian, membutuhkan informasi, ingin membuka dokumen yang entah tersimpan dimana, Spotlight sudah siap membantu. Yang harus dilakukan adalah mengklik kaca pembesar yang ada di pojok kanan atas sistem Mac Anda (atau bisa di atur supaya dia terbuka dengan tombol F7, misalnya).

Karena terintegrasi langsung dengan sistem operasi, Spotlight bisa digunakan dari mana saja - termasuk dari System Preferences untuk memudahkan Anda mengatur sistem . Misalnya Anda ingin menjalankan suatu aplikasi tertentu setiap kali menyalakan komputer tetapi tidak tahu bagian mana dari System Preferences yang harus dirubah, ketik saja Login dan Spotlight akan memberikan beberapa pilihan sekaligus menerangi bagian-bagian yang berkorespondensi dengan pencarian kita.

Satu trik yang cukup membantu adalah menggunakan Spotlight untuk dengan cepat membuka aplikasi. Daripada repot-repot mencari dengan jendela Finder, tekan saja tombol F7 lalu ketikkan nama aplikasinya. Aplikasi yang dimaksud akan muncul di daftar begitu Anda selesai mengetik. Pilih dan tekan Enter dan terbukalah dia.

Fungsionalitas dalam versi mini

Ada kontroversi yang cukup hangat dibalik fitur yang akan kita bahas berikut ini. Namanya Dashboard, dan fungsinya adalah sebagai tempat bercokolnya berbagai aplikasi kecil yang fungsinya memudahkan kehidupan berkomputer kita. Seperti mengecek cuaca, mencari definisi kata, menulis blog, memasang jam analog dan/atau kalender, menempelkan catatan kecil, dan lain sebagainya.

Kontroversinya adalah banyak orang yang beranggapan bahwa Dashboard adalah tiruan mentah-mentah dari aplikasi Konfabulator. Baik Dashboard maupun Konfabulator sama-sama menyebut aplikasi–aplikasi kecil mereka dengan nama Widget, cara mengaksesnya pun sama dengan menggunakan tombol F8.

Ada yang kontra, ada juga yang pro. Sebagian pendapat menyatakan bahwa sebetulnya ide menggunakan Widget dicetuskan pertama kali oleh Apple, dan salah satu kreator konfabulator adalah mantan karyawan Apple. Lagipula, meskipun terlihat sama Dashboard menggunakan cara yang berbeda dalam membangun Widget-nya dibandingkan dengan Konfabulator.

Jadi siapa yang mengkopi siapa, tidak ada yang bisa memastikan. Toh hal tersebut sepertinya sudah biasa di Silicon Valley. Sampai-sampai dibuat film mengenai konflik-konflik disitu lewat “The Pirates of Silicon Valley.”

Anyway, sebagai bagian dari sistem operasi, Widget jelas-jelas menunjukkan keunggulannya. Dibangun dengan HTML, CSS (Cascading Style Sheets), dan JavaScripts, dia bagaikan sebuah halaman web mini yang mudah dibangun dan digunakan oleh siapa saja.

Tidak heran jika dalam waktu singkat sudah terbentuk komunitas para pembuat Widget, dan dengan demikian jumlah dan ragam Widget yang ada juga berkembang dengan cepat. Perpustakaan Widget pun dengan cepat terbentuk. Silakan kunjungi DashboardWidgets.com untuk mendapatkan berbagai koleksinya. Jika Anda mendownload Widget lewat Safari, sistem Anda akan dengan secara otomatis mendeteksi dan menempatkan mereka di tempatnya → ~/Library/Widgets.

Namun ada sedikit kekhawatiran mengenai faktor keamanannya. Meskipun sampai saat tulisan ini dibuat belum ditemukan adanya Widget ‘jahat’, tetapi kemudahan membangun Widget dan kemampuan Widget yang hebat (dia bisa melakukan apa saja yang bisa dilakukan user di desktop (termasuk men-delete file) membuka kesempatan kepada para ‘penjahat untuk memunculkan alat-alat pengganggu. Misalnya Widget yang memunculkan pop-up situs porno atau yang bisa memanen alamat email dan data pribadi lainnya.

Meskipun Apple tidak berkomentar mengenai desas-desus ini, tetapi mereka sudah langsung ‘memperbaiki’ lubang tersebut lewat update Mac OS X 10.4.1 dengan menonaktifkan kemampuan untuk mengaktifkan widget secara otomatis.

Dan bagi Anda para pengguna Windows (dan Mac OS X versi dibawah Tiger) yang ingin ‘mencicipi’ rasanya hidup dengan Widget, gunakan saja Konfabulator (sekarang tersedia juga versi XP-nya). Meskipun sebagai program tambahan, ia akan memakan lebih banyak system resource dibandingkan Dashboard yang terintegrasi dengan sistemnya.

Mengotomatisasi hidup

Sebetulnya tujuan utama manusia menciptakan komputer adalah untuk memudahkan hidup dan membuat berbagai hal bekerja dengan sendirinya. Jika Anda masih sering mengulang-ulang kegiatan yang sama bahkan setelah menggunakan komputer, maka sebetulnya tujuan tersebut tidak tercapai.

Misalnya: proses memindahkan foto dari kamera ke komputer selalu melalui proses seperti ini:

- memindahkan foto dari kamera digital ke hard disk - membuat album foto-nya; mengganti semua namanya dari seperti “A01235549.jpg” menjadi “foto_liburan_01.jpg” satu demi satu - menyempurnakan kecerahan gambarnya, juga satu demi satu - dan mem-backup semua file-nya ke hard disk lain…

Membayangkannya saja sudah membosankan.

Sepertinya ini adalah masalah semua orang, tetapi tidak semua orang mencoba mencari pemecahannya. Untungnya dunia Apple sekarang sudah memiliki pemecahan yang lebih mudah dengan adanya Automator, yang bisa menyusun workflow otomatisasi dengan drag-and-drop.

Meskipun sebetulnya otomatisasi sudah ada sejak dulu di sistem Apple dengan AppleScript, dan meskipun AppleScript sebetulnya dibuat sedemikian mudahnya sehingga mirip dengan bahasa Inggris sehari-hari, tetap saja yang namanya ‘menulis script’ adalah hal yang menakutkan bagi pengguna komputer kebanyakan.

Dan seperti Spotlight, para developer bisa menambahkan dukungan bagi Automator pada aplikasi mereka untuk melakukan berbagai seri proses secara otomatis.

Definisi kata di depan mata

Mencari kata biasanya merupakan salah satu kegiatan berulang bagi sebagian besar pengguna komputer. Daripada bolak balik on/offline log-in/out ke Internet, Apple menciptakan Widget untuk bisa melakukan pencarian kata ke Oxford American Dictionary secara otomatis. Dan mereka juga melangkah lebih jauh dengan mempersembahkan sebuah aplikasi yang disebut Dictionary.

Kemampuannya adalah pencarian kata dari New Oxford American Dictionary dan Oxford American Writers Thesaurus. Dia juga mendukung berbagai jenis pelafalan, ukuran huruf yang bisa diubah-ubah, dan akses langsung dari aplikasi manapun lewat control-clik atau klik kanan pada mouse umum.

Jika Anda senang menjelajah di Internet, membaca dokumen atau bahkan menulis artikel, fitur yang satu ini tidak boleh dilewatkan. Tidak banyak yang bisa dikatakan mengenai Dictionary kecuali bahwa dia bekerja dengan baik.

Selain itu, ada juga Widget translator yang akan dengan senang hati menerjemahkan kata/kalimat dari dan ke bahasa-bahasa antara lain: Inggris, Jerman, Jepang, Prancis, China, bahkan Yunani. Sayangnya bahasa Indonesia belum termasuk disitu.

Ber-Safari di alam (maya) yang liar

Dulu, salah satu masalah terbesar bagi para pengguna Mac adalah tidak adanya browser yang cukup bagus yang bisa bekerja di platform ini. Ada Camino, tetapi masih terlalu muda untuk bisa dibilang matang, Firefox belum lahir, Internet Explorer… please! Tetapi semua terpecahkan dengan diperkenalkannya Safari oleh OS X versi Jaguar.

Safari adalah browser yang dirancang khusus untuk Mac dengan berbagai keunggulan seperti kecepatannya, fasilitas Snapback – sebuah bookmark manager yang hebat, tab browsing, dan Google Search Bar.

Dan sekarang lewat Tiger, Apple meluncurkan Safari terbaru versi 2.0 yang lebih dikenal dengan nama Safari RSS. Sesuai dengan namanya, Safari menambahkan kemampuan untuk mengolah dan menampilkan data RSS (Real Simple Syndication) dari situs-situs yang mendukungnya. Jadi setiap kali dia menemukan RSS feed, Safari akan memunculkan sebuah tombol RSS di address bar yang memberitahu Anda bahwa Anda bisa membaca isi situs sebagai RSS. Dan dengan sekali klik di tombol tersebut isi situs akan berubah menjadi daftar dari kepala berita dan ringkasannya. Anda bisa memilih berita-berita yang menarik untuk dibaca atau maju ke topik berikutnya.

Fitur ini bisa disesuaikan dengan keinginan sang pengguna. Misalnya: seberapa panjang rangkuman yang akan ditampilkan, penyusunan topik berdasarkan tanggal, judul ataupun sumber. Dan jika Anda sudah memiliki program RSS reader yang disukai, transfer saja langsung link tersebut sehingga akan dibuka lewat program yang Anda pilih.

Kemampuan lain dari Safari RSS adalah Private Browsing. Fitur ini akan menutupi semua jejak browsing Anda, tidak ada data pribadi, URL, sampai dengan cookies yang akan disimpan. Mereka yang menggunakan komputer di tempat yang banyak diakses oleh orang lain akan sangat terbantu.

Selain itu dia juga bisa: - membaca PDF langsung di jendela browser-nya - menyimpan halaman web sebagai Archives dimana semua komponen halaman tersebut akan ‘dipaketkan’ untuk kemudian bisa dilihat secara ‘offline’ - membantu Anda mem-blok situs-situs yang tidak diinginkan dengan parental control.

iChat, si raja chatting

Bagi para penikmat chatting, aplikasi yang bernama iChat AV ini sepertinya akan membawa angin yang sangat segar. Selain sudah adanya dukungan untuk AIM Profile Support, kemampuan untuk membuat grup dan banyak account; fitur yang paling heboh adalah sesuai dengan embel-embel dibelakang namanya – dukungan terhadap Audio dan Video secara penuh.

Anda bisa melakukan video-chat dengan tiga orang sahabat atau rekan kerja, atau ngerumpi rame-rame sampai bersepuluh lewat audio-chat. Yang memungkinkan semuanya terjadi adalah adanya teknologi U+3 dan video codec H.264 yang memungkinkan di-kompres-nya sinyal video untuk keperluan transmisi lewat Internet tanpa kehilangan kualitas gambar. Teknologi ini juga akan menyesuaikan kecepatan koneksi Internet Anda dengan besarnya ukuran layar dan kualitas grafis.

Tetapi tentu saja untuk bisa memenuhi semuanya secara maksimum dengan baik, sistem Anda harus minimal Dual 1Ghz G4 Powermac. Kurang dari itu sistem Anda akan kewalahan, kecuali jika yang ingin dimanfaatkan hanya sebatas chatting lewat teks atau hanya audio/video-chat berdua.

Grid Superkomputer Rasa Apel

Jika dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu, kecepatan komputer hari ini sudah seperti jet supersonik disandingkan dengan becak. Tetapi tetap saja untuk proses komputasi yang teramat sangat rumit seperti pemetaan DNA, kita perlu kerjasama beberapa (ratus/ribu?) komputer untuk bisa mengerjakakannya dalam kecepatan yang ‘bisa diterima’.

Grid Computing, itu istilahnya. Dan dalam era Internet seperti sekarang ini, proses yang tadinya amat sangat rumit itu bisa sekian kali lipat dipermudah. Beberapa oragnisasi bahkan memanfaatkan grid computing dalam sebagian besar proses kerjanya. Misalnya SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence) yang memanfaatkan ribuan komputer para sukarelawan untuk memantau sinyal-sinyal dari ruang angkasa yang diterima oleh antena-antena mereka.

Sedemikian powerfulnya grid computing sampai banyak pihak yang meramalkan bahwa inilah salah satu masa depan dunia komputer.

Tiger juga memiliki fitur grid computing yang diberi nama Xgrid dan bisa diakses dari System PreferencesSharing. Menggunakan Xgrid, menjadikan komputer kita bagian dari komunitas superkomputer dunia hanya masalah menekan sombol Start.

Langkah pertama sang harimau

Seperti semua versi pertama dari aplikasi apapun, jarang sekali ada yang langsung berhasil tampil sempurna. Karena itulah ada update. Tetapi langkah pertama sang harimau ini sudah cukup untuk menggetarkan rimba. Semua orang setuju bahwa sangatlah beralasan untuk meng-upgrade sistem Panther ke Tiger atau juga sistem lain ke Tiger.

Karena selain berbagai fitur dan kemampuannya, satu hal yang paling dirasakan dari upgrade ini adalah meningkatnya kemampuan kerja sistem, tanpa mengganti hardware apapun. Kecepatan si harimau berada diatas si macan kumbang pendahulunya. Tiger bahkan bisa berjalan di sistem G3 (sekarang Apple sudah mencapai G5, dan bertransisi ke prosesor Intel). Ini adalah hal yang sedikit tidak familiar di dunia Windows, dimana upgrade sistem operasi sama dengan keharusan upgrade hardware atau siap-siap berlomba dengan para siput yang lambat. Bayangkan menjalankan Windows XP di Pentium II (sekarang sistem Wintel berada di P4). Analogi yang kurang adil, memang, tetapi sepertinya cukup memberikan gambaran.

Ada sedikit hal lucu yang tersisa dari saat peluncuran Panther satu setengah tahun yang lalu; yaitu dipasangnya spanduk besar-besar yang bertuliskan “Memperkenalkan: Longhorn” dan “Redmond, siapkan mesin fotokopi-mu!” Sindiran yang ditujukan langsung kepada – siapa lagi kalau bukan - Microsoft?

Dan sekarang, satu setengah tahun kemudian, setelah Tiger di-release, Windows belum juga beranjak dari XP. Meskipun ibaratnya saat ini sang ‘harimau’ hanya bisa mengintip dari balik ‘jendela’; pada saat Longhorn betul-betul keluar nantinya, kita tidak tahu sudah sejauh apa kemampuan yang dicapai sistem OS X.


Y J Thurana thurana at gmail dot com

Also on Fandom

Random Wiki